Kamis, 07 Desember 2017

HUBUNGAN POLUSI DAN PENCEMARAN LINGKUNGAN DENGAN KEKINIAN

POLUSI DAN PENCEMARAN LINGKUNGAN

A.    Polusi atau Pencemaran Lingkungan
Menurut Undang–Undang Nomor 4 Tahun 1982 tentang pokok pengelolaan lingkungan, yang dimaksud pencemaran lingkungan atau polusi adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain kedalam lingkungan atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam, sehingga kualitas lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya.
 Dengan begitu polusi atau pencemaran lingkungan adalah keadaan yang akan mengakibatkan menurunnya kualitas lingkungan hidup dan terganggunya kesehatan dan ketenangan hidup makhluk hidup. Polusi atau pencemaran lingkungan dapat terjadi karena efek kemajuan teknologi dalam usaha meningkatkan kesejahteraan hidup. Disini dapat dikatakan bahwa polusi dan pencemaran lingkungan sama saja merupakan tindakan yang merusak bumi kita.[1]
Ayat-Ayat Al-Qur’an Tentang Polusi dan Pencemaran Lingkungan
Sudah ditetapkan dalam Al-Qur’an tentang adanya larangan untuk berbuat kerusakan dibumi.
Q.S. Al-Baqarah : 11 yang artinya :
“Dan bila dikatakan kepada mereka: "Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi" Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan."
Q.S Asy-Syu’ara’ : 151-152 yang artinya :
Dan janganlah kamu mentaati perintah orang-orang yang melewati batas, yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan."
Allah swt, berfirman dalam QS. al-Qashasah : 77
وَابْتَغِ فِيمَا ءَاتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ
Artinya :
Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni`matan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”.
Q.S Al-A’raaf : 56 yang artinya :
Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik”.
Q.S.Al-Qashash : 77 yang artinya :

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”.[2]

Adapun unsur-unsur penyebab polusi atau pencemaran lingkungan yaitu :
1.      Bersifat kuantitatif
Terdiri dari unsur-unsur yang secara alamiah sudah ada dalam alam ini, tapi jumlahnya terus bertambah disebabkan oleh kegiatan manusia sehingga menyebabkan pencemaran, misalnya:karbon dioksida, dan nitrogen.
2.      Bersifat kualitatif
Terdiri dari senyawa-senyawa yang terjadi karena sengaja dibuat manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, tapi kurang tepat digunakan dalam penggunaannya, misalnya: deterjen, pupuk dan lain-lain.[3]
Beberapa pencemaran yang perlu diketahui yaitu pencemaran udara, pencemaran air, pencemaran tanah, dan pencemaran suara.
1)      Pencemaran Udara

 Pencemaran udrara disebabkan oleh gas karbon dioksida, karbon monoksida, belerang, CFC hal ini terjadi karena ada proses pembakaran. Pencemaran ini terjadi  jika udara-udara mengandung unsur-unsur yang dapat membahayakan tubuh kita. Udara  yang  dihirup menjadi tidak bersih lagi dan dapat menganggu kesehatan makhluk hidup (termasuk manusia).[4] Dengan kemajuan teknologi pada masa kini, polusi udara telah menimbulkan banyak kekhawatiran terutama di daerah-daerah industri. Zat polutan dapat berupa gas dan juga berupa butir-butir benda cair. Semua polutan tersebut menyebar ke udara, terbawa angin  dan menyebar kemana-mana di dalam atmosfer.
Setelah diteliti ternyata zat polutan itu tidak hanya menyebar disekitar pabrik-pabrik industri saja teapi, juga menyebar sampai atmosfer bumi.
Tindakan-tindakan mengatasi pencemaran udara:
a.       Menservice mesin kendaraan bermotor yang sudah tidak baik untuk digunakan agar pembakaran bensin atau solar lebih sempurna.
b.      Pabrik-pabrik industri yang menyebabkan pencemaran harus membuat cerobong yang sangat tinggi sehingga gas pencemar langsung dihamburkan angin agar tidak berbahaya lagi bagi lingkungan. Pabrik yang mengeluarkan zat polutan harus menyaring sampah buangannya sehingga partikel-partikel tertinggal dilingkungan pabrik yang sudah disediakan.
c.       Keberadaan pabrik industri harus jauh dari lingkungan sekitar atau pemberian tempat khusus untuk menghindari kerusakan akibat pencemaran tersebut. Dengan mengatur arah angin, aliran air, tempat kediaman dll.
d.      Menanam banyak pohon untuk mencegaah pencemaran udara.
Dengan banyak tumbuhan hijau mampu mengankap zat-zat polutan yang berjatuhan dari udara bagian atas, sehingga udara bagian bawah agak terhindar dari gangguan debu dan debu yang melekat pada pohon akan terbawa oleh air hujan dan menghilang.

2)      Pencemaran air dan tanah
     
            Pencemaran air dan tanah umumnya teradi karena buangan limbah cair dari kegiatan pabrik, rumah tangga dan kegiatan pertaian dan itu semua ulah manusia zat-zat itu seperti deterjen, asam belerang, pembuangan pabrik-pabrik kimia atau pestisida, pupuk-pupuk tanaman yang berlebihan dalam penggunaannya, sehingga mutu air dan tanah berkurang dan  bahakan dapat membahayakan tumbuhan, hewan dan juga manusia.[5] Air dan tanah yang sudah tercemar oleh zat-zat kimia tersebut dapat membahayakan tumbuhan, hewan dan bahkan manusia. Yang paling bahaya jika air itu tercemar logam berat sepert timbal dan merkuri, pencemaran yang ada di air ini pun akan meresap kedalam tanah dan akan merusak tanah.
     Tindakan-tindakan mengatasi pencemaran air:
a.       Mengelola produksi yang mungkin sedikit menghasilkan bahan limbah, atau limbah harus dikelola lagi sehingga menghasilkan zat-zat yang tidak menyebabkan pencemaran lingkungan.
b.      Membuang limbah ketempat khusus, tempat pembuangan sampah,  atau ditanam dalam-dalam diawah tanah, dengan begitu secara alami lambat laun akan hancur oleh mikroorganisme

3)  Pencemaran suara
Pencemaran suara disebabkan oleh kebisingan dari suara kendaraan, mesin pesawat dan yang lainnya.[6] Jika lagu yang kita dengarkan terdengan bagus dengan suara yang pelan tapi, jika didengarkan terus-menerus maka akan menjadi sangat mengangguan, sehingga membosankan dan menjengkelkan bagi yang mendengar.[7] Suara yang bunyi nya sangat keras sangat mengangguan bagi lingkungan dan dapat menyebabkan kelainan-kelainan seperti ketenangan, orang menjadi tuli, jantung berdebar, sulit tidur, pusing dan mudah marah.

Tindakan-tindakan untuk mengatasi pencemaran suara:
Ada tiga hal yang dapat menaggulangi gangguan suara yaitu: sumber suara, penghantar getaran suara, dan penerima suara.
a.       Mematikan atau melemahkan sumber suara. Jika sumber suara berasal dari radio, televisi, dan yang lainnya, dan sumber suara berasal dari kendaraan bermotor perlu dijauhkan dari tempat sekitar atau dengan cara mematikan sumber suara itu.
b.      Perambatan getaran suara dapat dicegah dengan bahan peredam, misalnya karton, kayu, tumbuh-tumbuhan.
c.       Mengurangi gamguan kebisingan dengan menutup telinga dengan jari, kapas atau dengan bahan peredam suara lainnya.
d.      Memasang alat yang dapat meredam bunyi atau suara. Dan hanya suara-suara tertentu yang dapat diredamkan.

B.     Dampak Pencemaran Bagi Manusia Secara Global
            Pembakarn bahan bakar dan sampah yang kita lakukan sehari-hari baik dalam kegiatan rumah tangga maupun industri dapat menyebabkan tingginya kadar CO2 diudara. CO2 ini akan menjadi satu di atmosfer bumi. Jika jumlahnya banyak maka akanmenghalaingi pantulan panas dari bumi akibatnya suhu dibumi akan menjadi sangat panas atau disebut efek rumah kaca.
            Efek ini akan membuat suhu panas pada bumi meningkat drastis atau yang lebih dikenal dengan pemanasan global, akibatnya iklim yang ada didunia menjadi berubah-ubah seperti meningkatnya air laut, mencairnya es dikutub utara. Hal itu dapat menganggu ekosistem lingkungan yang berdampak daapat membahayakan kehidupan manusia. Adapun dampak dari polusi dan pencemaran lingkungan sebagai berikut :
1.      Jumlah hama semakin meningkat.
2.      Kepunahan spesies.
3.      Keracunan dan penyakit-penyakit yang disebabkan oleh polusi dan pencemaran lingkungan.
4.      Keseimbangan lingkungan yang terganggu.
5.      Kesuburan tanah yang berkurang.
6.      Terbentuknya lubang ozon dan efaek rumah kaca.
7.      Terjadinya hujan asam.[8]
Semua hal-hal diatas sangat berbahaya dan menganggu keseimbangan ekosistem lingkungan termasuk menganggu kelangsungan hidup manusia.

C.    Cara Menanggulangi Polusi dan Pencemaran Lingkungan

Untuk menanggulangi atau mengatai polusi dan pencemaran lingkungan ada banyak cara yang dapat dilakukan selain yang sudah dijelaskan diatas yaitu :
1.      Mengingatkan masyarakat arti penting lingkungan hidup.
2.      Limbah organik dari sissa makanan yang terbuang dapat dijadikan bahan yang berguna. Contohnya pupuk organik, limbah prroduksi tahu dapat dijadikan makanan ternak.
3.      Membangun pabrik industri jauh dari pemukiman warga.
4.      Setiap rumah harus membuat bak penampungan untuk membuang air limbah dengan tujuan untuk :
a.       Mencegah pencemaran air dan tanah
b.      Menghindari bau dan pemandangan yang tidak enak untuk dilihat.
5.      Mendaur ulang sampah-sampah yang sulit terurai menjadi kerajinan yang bernilai ekonomis. Contoh plastik detergen didsur ulsng menjsdi tas, dompet, dll.
6.      Membuang sampah yang dapat diurai oleh tanah kelubang yang sudah disediakan dan ditimbun oleh tanah kembali.
7.      Tidak menggunakan pupuk atau pestisida secara berlebihan, gunakan secukupnya saja.
8.      Membangun taman kota yang anti polutan.
9.      Mengurangi kendaran bermotor dengan bersepedah atau jalan kaki.
10.  Mengurangi kegiatan pembakaran sampah.
11.  Jangan asal menebang dan membakar hutan.
12.  Melakukan reboisasi (Penanaman pohon atau hutan kembali).
13.  Mengurangi pembangunan rumah kaca.
14.  Jangan membuang sampah sembarangan di sungai, danau,rawa dan laut.

D.    Hubungan Polusi Dan Pencemaran Lingkungan Dengan Kekinian
Saat ini sedang melaus tentang pemanasan global dan daur ulang limbah baik organik maupun organik.
Disini kami dari kelompok 3 akan menghubungkan hubungan polusi dan pencemaran lingkungan dengan kekinian yaitu tentang pemanasan global dan daur ulang limbah organik maupun non urganik.
1.      Hubungan polusi dan pencemaran lingkungan dengan pemanasan global.
Hubungannya sangat erat dan berkaitan karena pemicu dari pemanasan global adalah pencemaran lingkungan itu sendiri.

2.      Hubungan polusi dan pencemaran lingkungan dengan daur ulang limbah organik maupun non organik.
Hubungan nya sangat erat dan saling terikat karena, limbah organik maupun organik yang tidak terpakai lagi dapat dijadikan  kerajinan yang bernilai ekonomis. Contohnya plastik detergen dapat dijadikan kerajinan tangan seperti tas, dompet, dll. Kaleng daan botol bekas dapat dijadikan celengn dengan benuk yang dibuta lucu.




[1] Abdullah Aly, Ilmu Alamiah Dasar, (Jakarta : PT. Bumi Aksara, 2013), Cet 16, hal 75
[2] Agus Hidayatulloh,  Al-Jamil Al-Qur’an Terjemahan Tajwid, (Jawa Barat : Cipra Bagus Sagara)
[3] Abdullah Aly, Ilmu Alamiah Dasar, hal 75
[4] Istamar Syamsuri, IPA Biologi Untuk Kelas 3, (Jakarta : Erlangga, 2002), hal 181
[5] Istamar Syamsuri,  IPA Biologi Untuk Kelas 3,  hal 183
[6] Ibid, hal 186
[7] Abdullah Aly, Ilmu Alamiah Dasar, hal 79

ASMAUL HUSNAH

   Asmaul Husnah (Nama-Nama Yang Baik Bagi Allah)
Secara bahasa arti dari asma’ adalah nama-nama, dan al-husnah adalah terbaik. Jadi asmaul husnah adalah nama-nama yang baik dan indah bagi Allah.[1] Atau nama-nama yang terbaik yang mencerminkan kebesaran dan keagungan-Nya. Nama-nama ini dapat dijadikan  jalan untuk mendekatkan diri dengan Allah dengan cara memahami dengan baik nama-nama tersebut.
Adapun jumlah asmaul husna berjumlah 99. Nama-nama Allah ttesebut ialah :
1.      Allah
Lafasz yang berasal dari dzat yang maha mulia yang memang wajib adanya.
2.      Ar-Rahman (الرحمن)
Maha Pengasih, pemberi kenikmatan, dan pengasih di dunia.
3.      Ar-Rohim (الرحيم)
Maha Penyayang, pemberi kenikmatan, penyayang di akhirat.
4.      Al-Malik (الملك)
Maha Merajai, mengatur semua sesuai dengan kehendak-Nya sendiri.
5.      Al-Quddus (القدوس)
Maha Suci, dari segala cela dan kekurangan.
6.      As-Salam (السلام)
Maha Menyelamatkan, pemberi keamanan dan kesejahteraan umat-Nya.
7.      Al-Mu’min (المؤمن)
Maha Pemelihara Keamanan, siapa yang bersalah akan mendapat ganjarannya. Dan siapa yang benar akan diberi pahala.
8.      Al-Muhaimin (المهيمن)
Maha Penjaga, memerintah dan melindungi sesuatu.
9.      Al-aziz (العزيز)
Maha Mulia, kuasa untuk berbuat sesuai dengan kehendak-Nya sendiri.
10.  Al-Jabbar (لجبار)
Maha Perkasa, mencukupi segala kebutuhan, melansungkan segala perintahnya, memperbaiki keadaan seluruh hamba-Nya.
11.  Al-Mutakabbir (المتكبر)
Maha Megah, menyendiri dengan sifat keagungan da kemegahan-Nya.
12.  Al-Khaliq (الخالق)
Maha Pencipta, yang menciptakan seluruh mahluk dan juga yang mendirikan semua ini.
13.  Al-Bari’ (البارئ)
Maha Pembuat, yang menciptakan sesuatu yang bernyawa dan ada asal mulanya.
14.  Al-Mushawwir (المصور)
Maha Pembentuk, memberi bentu yang berbeda dari yang lainnya sesuai dengan keadaan dan keperluan.[2]
15.  Al-Gaffar (لغفار)
Maha Pengampun, yang memberi maaf dan menutupi semua dosa dan kesalahan.[3]
16.  Al-Qahhar (القهار)
Maha Memaksa, memaksa agar semua umat-Nya menurut kehendak-Nya.
17.  Al-Wahhab (الوهاب)
Maha Pemberi, banyak memberi kenikmatan dan karunia untuk semua umat-Nya,
18.  Ar-Razzaq (الرزاق)
Maha Pemberi Rezeki, memberi berbagai rezeki dan sebab-sebab diperolehnya,
19.  Al-Fattah (الفتاح)
Maha Membukakan, Membukakan rahmat untuk semua umat-Nya.
20.  Al-‘Alim (العليم)
Maha Mengetahui, mengetahui segala sesuatu dan tidak ada  satunpun yang lepas dari penglihatan-Nya.
21.  Al-Qabidh (لقابض)
Maha Mencabut, mencabut nyawa semua umat dan mempersempit rezeki yang dikehendaki-Nya.
22.  Al-Basith (الباسط)
Maha Meluaskan, meluaskan semua rezeki bagi yang dikehendaki-Nya.
23.  Al-Kafidh (الخافض)
Maha Menjatuhkan, menjatuhkan orang yang selayaknya dijatuhkan akibat dari kelakuannya.
24.  Ar-Rafi’ (الرافع)
Maha Mengangkat, mengangkat derajat orang yang selayaknya diangkat derajatnya sesuai dengan kelakuannya.
25.  Al-Mui’izz (المعز)
Maha Memberi Kemuliaan, memberi pertolongan dan kemenangan terhadap orang yang berpegang teguh pada agama-Nya.
26.  Al-Mudzill (المذل)
Maha Pemberi Kehinaan, terhadap musus-musuhnya dan musuh terhadap Islam.
27.  As-Sami’ (السميع)
Maha mendengar.
28.  Al-Bashar (البصير)
Maha melihat.
29.  Al-Hakam (الحكم)
Maha Menetapkan Hukum, Ia sebagai hakim yang adil dan akan memberi hukuman sesuai dengan perbuatannya dan tidak ada yang bisa menentang keputusan-Nya.
30.  Al-Adl (العدل)
Maha Adil, Ia sangat adil dalam mengambil keputusan,
31.  Al-Lathif (اللطيف)
Maha Halus, megetahui segala yang samar-samar hingga hal yang paling kecil.
32.  Al-Khabir (لخبير)
Maha Waspada.
33.  Al-Halim (الحليم)
Maha Penyantun, penyantun yang tidak terburu-buru dan tidak gegabah memberi siksaan.
34.  Al-Azhim (العظيم)
Maha Agung, menduduki posisi tertinggi karena Dia paling sempurna.
35.  Al-Ghafur (الغفور)
Maha Pengampun, Dia akan membuka pintu ampunan yang selebar-lebarnya untuk umat-Nya yang benar-benar ingin bertaubat.
36.  Asy-Syakura (الشكور)
Maha Menghargai, menghargai semua perbuatan hamba-Nya dan akan memberi balasan yang sesuai.
37.  Al-Aliyy (العلى)
Maha Tinggi, menduduki tinggal paling tinggi dari segalanya,
38.  Al-Kabir (الكبير)
Maha Besar, yang kebesarannya tidak dapat disamakan dengan akal manusia.
39.  Al-Hafish (الحفيظ)
Maha Memelihara, memelihara semua agar tidak rusak dan memelihara amal perbuatan hamba-Nya.
40.  Al-Muqid (تالمقي)
Maha Pemberi Kecukupan, baik kebutuhan jasmani ataupun rohani.
41.  Al-Hasib (لحسيب)
Maha Menghitung atau Menjamin, menjamin kehidupan bagi hamba-Nya yang baik.
42.  Al-Jalil (الجليل)
Maha Luhur, memiliki sifat keluhuran karena sifatnya yang sempurna.
43.  Al-Karim (الكريم)
Maha Pemurah, memberi sega sesuatu tanpa diminta stau sebagai balasan atas sebuah pemberian terhadap orang lain.
44.  Ar-Raqib (الرقيب)
Maha Teliti, yang mengawasi dan mengamati segala tingksh lsku kita.
45.  Al-Mujib (بالمجي)
Maha Mengabulkan, yang memenuhi permohonan doa hamba-Nya.
46.  Al-Wasi’ (الواسع)
Maha Luas, yang memmberi semua kerahmatan kepada hamba-Nya secara merata.
47.  Al-Hakim (الحكيم)
Maha Bijaksana, Yang memutuskan sesuatu dengan bijak dan adil.
48.  Al-Wadud (الودود)
Maha Pencipta, yang menginginkan kebaikan untuk umat-Nya dalam segala hal.
49.  Al-Majid (المجيد)
Maha Mulia, yang mencapai posisi tertinggda dalam hal kemuliaan dan keutamaan.
50.  Al-Ba’its (الباعث)
Maha Membangkitkan, yang membangkitkan para rasul serta semangat semangat umat-Nya serta membangkitkan orang yang telah mati pada hari akhir.
51.  Asy-Shahid (لشهيد)
Maha Menyaksikan, menyaksikan keadaan mahluk-Nya.
52.  Al-Haqq (الحق)
Maha Benar dan tidak akan berubah sedikitpun.
53.  Al-Wakil (لوكيل)
Maha Memelihara Penyerahan, memelihara urusan dan kebutuhan hamba-Nya.
54.  Al-Qawiyy (القوى)
Maha Kuat, memiliki kekuasaan yang sempurna.
55.  Al-Matin (المتين)
Maha Perkasa atau Maha Kokoh, yang tidak ada bandingannya.
56.  Al-Waliyy (الولى)
Maha Melindungi, yang melindungi seluruh hamba-Nya.
57.  Hamid (الحميد)
Maha Terpuji, yang selayaknya memang harus dipuji.
58.  Al-Muhshi (المحصى)
Maha Penghitung, yang menghitung semua amalan-amalan kita tak terkecuali.
59.  Al-Mubdi’ (المبدئ)
Maha Memulai, yang menciptakan semua.
60.  Al-Mu’id (المعيد)
Maha Mengulangi, yang membangkitkan atau mengulangi setelah rusak.
61.  Al-Muhyi (المحيى)
Maha Hidup, yang memberi kehidupa untuk semua yang mempunyai hak untuk hidup.
62.  Al-Mumit (المميت)
Maha Mematikan, yang berhak mengambil ruh yang sydah dikehendaki-Nya.
63.  Al-Hayy (الحي)
Maha Hidup, dzat yang kekel dan abadi.
64.  Al-Qayyum (القيوم)
Maha Berdiri Sendiri, yang berdiri sendiri tanpa membutuhkan bantuan dari yang lain.
65.  Al-Wajid (الواجد)
Maha Menemukan/Kaya. Yang menemukan sesuau yang diinginkan-Nya.
66.  Al-Majid (الماجد)
Maha Mulia.
67.  Al-Wahid (الواحد)
Maha Esa, Dia dzat yang berjumlah satu atau tidak terbilang.
68.  Ash-Sahamad (الصمد)
Maha Dibutuhkan, yang menjadi harapan oleh semua hamba-Nya.
69.  Al-Qadir (القادر)
Maha Kuasa, Dia yang menguasai segalanya.
70.  Al-Muqtadir (المقتدر)
Maha Menentukan.
71.  Muqaddim (المقدم)
Maha Mendahulukan, yang mendahulukan sebagian benda dari yang lain.[4]
72.  Al-Muakhkhir (المؤخر)
Maha Mengakhiri atau membelakangkan.
73.  Al-Awwal (الأول)
Maha Awal, lebih dahulu dari semua yang ada di alam ini.
74.  Al-Akhir (لأخر)
Maha Akhir atau penghabisan, yang hidup kekal setelah semuanya berakhir.
75.  Ash-Zhahir (الظاهر)
Maha Nyata, yang menampakan wujud-Nya dengan menggunakan adanya bukti-bukti kekuasaan-Nya.
76.  Al-Bathin (الباطن)
Maha Tersembunya, tidak dapat dilihat oleh seseorang wujudnya.
77.  Al-Wali (الوالي)
Maha Menguasai, yang menggenggam dan memiliki segalanya.
78.  Al-Muta’ali (لمتعالي)
Maha Agung, yang terjaga dari kerendahan dan kekurangan.
79.  Al-Barr (البر)
Maha Dermawan, yang banyak memberikan kenikmatan yang dilimpahkan.
80.  At-tawwab (لتواب)
Maha Menerima Taubat, yang memberi pertolongan dari perbuatan maksiat agar umat-Nya bertaubat.
81.  Al-Muntaqim (المنتقم)
Maha Penyiksa, kepada orang yang berhak untuk mendapat siksaan dari-Nya.
82.  Al-‘Afuww (العفو)
Maha Pemaaf, menerima maaf atas kesalahan dengan cara meminta maaf kepada-Nya.
83.  Ar-Ra’uf (الرؤوف)
Maha Pengasih, banyak memberi kasih sayang dan kerahmatan.
84.  Malikul Mulk (مالك الملك)
Maha Menguasai Kerajaan, Yang menguasai alam jagat raya ini sesuai dengan kehendak-Nya.
85.  Dzul Jalali Wal Ikram (ذو الجلال و الإكرام)
Maha Memiliki Kebesaran dan Kemuliaan, memberi banyak karunia dan kenikmatan yang melimpah.
86.  Al-Muqsith (لمقسط)
Maha Mengadili, yang memberikan keadilan kepada umat yang dikehendaki-Nya.
87.  Al-Jami’ (الجامع)
Maha Mengumpulkan, yang mengumpulkan semua umat pada hsri akhir.
88.  Al-Ghaniyy (الغنى)
Maha Kaya, yang tidak membutuhkan bantuan orang lain.
89.  Al-Mughniy (المغنى)
Maha Pemberi Kekayaan, yang memberi kekayaan yang berlimpah kepada semua umat yang dikehendaki-Nya.
90.  AL-Mani’ (المانع)
Maha Menolak atau Membela, membela semua umat-Nya yang dikehendaki-Nya.
91.  Adh-Dharr (الضار)
Maha Pemberi Bahaya , yang memberikan siksaan kepada musugh-Nya.
92.  An-Nafi’ (النافع)
Maha Pemberi Manfaat, yang meratakan kebaikan dengan karunia-Nya didunia.
93.  An-Nur (النور)
Maha Bercahaya, yang menonjolkan wujud-Nya dengan tanda-tanda Kebesaran-Nya.
94.  Al-Hadi (الهادئ)
Maha Pemberi Petunjuk, yang memberi petunjuk jalan agar selalu dalam jalan yang benar atau jalan yang doiridhoi oleh Allah.
95.  Al-Badii’ (لبديع)
Maha Pencipta Yang Baru, tidak ada yang menyamai hasil ciptaan-Nya.
96.  Al-Baqlii (لباقيا)
Maha Kekal, yang kekal dan tak akan pernah mati untuk selamanya.[5]
97.  Al-Warits (الوارث)
Maha Mewarisi, yang hidup kekas setelah semua musnah.
98.  Ar-Rasyid (الرشيد)
Maha Cendekiawan, yang memberi tuntunan kepada hamba-Nya dengan segala peraturan-Nya.
99.  Ash-shabur (الصبور)
Maha Penyebar, tidak akan melaksanakan sesuatu sebel waktunya dan tidak tergesa-gesa untuk memberikan hukuman.
Nama-nama yang dimiliki Allah itu dapat menundukkan ketinggian kedudukan yang tidak serupa dengan mahluk lainnya.


[1] Rosihan Anwar, Akidah Akhlak, hal 108
[2] Rosihan Anwar, Akidah Akhlak, hal 111-112
[3] Abu Khair, Buku Siswa Akidah Akhlak, Madrasah Tsanawiyah Kelas VII, hal 68
[4] Muh.Saerozi, Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti, (Jakarta : Kementrian Pendidikan
Dan Kebudayaan 2015),cet I hal 24
[5] Muh.Saerozi, Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti, hal 25